Ternyata dia tidak seangkuh yang aku kira sebelumnya, walaupun aku belum mengenalnya secara langsung tapi setidaknya aku sudah mngenalnya lewat media lain.

Mom, bisakah aku bisa mengenal anakmu lebih dekat, walaupun baru mengenalnya, aku merasakan mom seperti ibu aku sendiri, aku selalu tersentuh bila dekat dengan sosok seorang ibu, aku yang selalu merindukan figur seorang ibu.

Adakah kesempatan itu, adakah peluang kesana, aku merasakan rasa yang berbeda setelah mengenal sosok ibundanya, padahal aku dulu sempat membenci dia karena kesombongannya, tapi hatiku kembali tersentuh setelah mengenal sekilas sosok ibundanya.

Ya Allah adakah keajaiban itu, akankah dewi fortuna mau berbaik hati menghampiriku..

Aku yang selalu merindukan sosok itu…

Semua orang sibuk ingin merayakan pergantian tahun, baik dari lingkungan tempat tinggal, lingkungan rekan kerja semua sibuk ingin merayakan malam tahun baru, ada yang bersama keluarganya, bersama pasangannya, mungkin cuma saya saja yang tetap memilih merayakan sendiri, malam ini hingar bingar suara kembang api sudah bersaut-sautan, dan riuh tawa canda anak-anak kecil dengan riangnya meniupkan terompet menyambut suka cita pergantian tahun.

Flash back ke awal tahun ini yang tinggal beberapa jam lagi akan kita tinggalkan, apa yang sudah kita raih, suka dan duka ditahun ini semoga bisa jadi pelajaran yang berharga untuk lebih baik lagi ditahun depan.

Di tahun 2011 inilah saya mulai mengenal dunia blog, setidaknya mulain intens mengenal blog, yang membuat saya lebih giat menulis lagi, walau kadang suka blank alias not idea hehe..

Alangkah indahnya bila di sela waktu menjelang pergantian tahun, kita isi dengan sesuatu yang bermanfaat, sujud syukur kepada sang pencipta atas semua karunianya selama setahun ini kita masih diberi kesempatan menikmati dunia fana ini, rasa syukur karena masih dapat diberikan rizki ditengah masih banyak orang yang diterpa kesulitan walau hanya untuk sekedar makan dari tahun kemarin hingga hari ini.

Saatnya instropeksi diri, mengenai apa yang belum bisa kita capai, berapa banyak juga kesalahan, kebohongan, kejahatan dan mungkin kemaksiatan yang telah kita perbuat di tahun ini. Mungkin tidak cukup dengan selembar kertas  untuk menuliskan semua itu. Tulislah agar kita bisa berkaca diri, dan bercermin untuk mengetahui siapa diri kita.

Mungkin kesalahan terbanyak dan terfatal yang sering kita lakukan adalah kesalahan yang sering melalaikan kewajiban ibadah yang sering terlewatkan dan sering menundanya ditengah kesibukan akan rutinitas pekerjaan, saya pribadi kadang pernah melakukannya, maafkan saya ya Allah, Mohon ampunlah kepada-Nya. Bertekadlah untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Pribadi yang tak lupa diri, untuk selalu menjalankan perintah-Nya.

Mari kita susun lagi langkah baru apa yang ingin kita capai di tahun mendatang. Jadikanlah target itu berupa rencana dan tujuan, karena hidup tanpa target yang ingin dicapai bagaikan hidup tanpa tujuan.

Semoga di tahun depan pekerjaan lebih baik, rizki lebih baik lagi dari tahun kemarin, bagi teman yang sudah berkeluarga bisa lebih berbahagia dengan keluarga kecilnya, dan bagi yang belum menemukan belahan jiwanya, ditahun 2012 segera menemukan belahan jiwanya,  Marilah kita jadikan tahun baru ini, satu momen untuk memperbaiki diri. Untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi…amin ya Allah

Hari gini masih ada perbedaan gender….ke laut aja buuu, liat ikan-ikan..!!!!!!!

Rasa kesal menyeruak hadir ketika perbedaan sikap hari ini ditunjukkan begitu nyata, walaupun hanya dengan harga sebuah benda berubah tanggalan. Mungkin buat ibu kami tidak penting, mungkin hanya seorang tukang gambar yang berarti buat ibu yang merupakan symbol dari bidang pekerjaan kita, tapi hasil kerja kita juga mendukung untuk perusahaan, apa iya ibu bisa nyuruh anak studio untuk mengerjakan pekerjaan administrative, seandainya ibu bisa melihat loyalitas kita untuk perusahaan dibanding anak-anak kesayangan ibu yang lainnya.

Periihhhhhhhh.. dan hampir membuat hujan buatan mau jatuh menetes dari kelopak mata, untuk bisa ditarik kembali dengan derai tawa teman kerjaku yang senasib,,,mareee mba kita tunjukkan kita bisa dapat dari tempat lain, kalo perlu nanti kalau kita dapat dari tempat lain yang banyak, kita taruh tuh berjejer di kedua meja kerja kita, biar beliau liat begitu melintas di meja kerja kita…nihhh ada tanpa dikasih dari ibu juga kita bisa dapat dari tempat lain L

Kalau sampe benda itu baru ada di meja kerja kita setelah awal tahun berlalu, sudah basi bu rasanya dan tanggapannya juga sudah dingin tidak seindah kalau benda itu hadir dihari ini, suatu yang sangat kami harapkan bu.

Selalu seperti itu…. meskipun banyak orang di sekitar tapi tetap aja merasa sepi….. ya  sepi..kalimat empat huruf itu menjadi teman setiaku…

Apakah kamu pernah merasa kesepian, padahal sedang di tengah keramaian, sedang berjalan-jalan di Mal, menghadiri suatu seminar, atau sedang sibuk bekerja dikejar dead line? Pernahkah merasa sendiri, tak ada teman untuk berbagi, atau betul-betul ingin lari dari situasi saat ini yang terasa menekan?

Kesepian merupakan salah satu bentuk kesedihan. Kesepian menurut ilmu psikologi merupakan perasaan terkucil, penuh kesedihan karena merasa dirinya hanya hanya hidup seorang diri. Rasa sepi ini berasal dari hati, sehingga lingkungan pekerjaan yang sibuk dan teman-teman di sekelilingpun, tak akan mampu mengusir rasa sepi. Rasa kesepian ini banyak melanda wanita karir dan profesional muda.

ada kalanya kesepian itu mengasyikkan, tetapi ada kalanya juga kesepian itu tidak mengenakkan. memiliki teman tidak selamanya dapat memberikan kita kenyamanan. teman lama kelamaan juga akan meninggalkan kita.

alone vs lonely.. dua hal yg tampaknya sama tapi sangat berbeda karena alone tidak selalu berarti lonely walaupun itu mungkin sebab terbesar. Yg berbahaya adalah perasaan lonely karena perasaan ini kalau berlarut2  bisa membuat seseorang salah langkah dalam mengatasi kesendiriannya.

Saya sering merasa kesepian di tengah keramaian. Begitupun sebaliknya, merasa ramai ketika sepi.

Solusinya; melihat langit dan menatap bintang-bintang, lantas bersyukur bahwa saya masih hidup dan masih dapat menikmati semua karunia-Mu ya Allah…

Bagaimana dengan dirimu wahai teman penghuni jagad blog, adakah yang merasa sepiii….

 

 

 

Terenyuh aku mendengar keluh kesahnya, ko ada ya anak yang tega menyakiti hati ibundanya sendiri hingga airmata ibu itu bercucuran menetes  di pipinya, aku hanya bisa menghela nafas mendengar  cerita ibu itu.

Ya Allah sayangilah ibu itu, beliau begitu menyayangi anak-anaknya, tapi entah kenapa anaknya kurang menyadari ketulusan hati ibundanya, wahai sista sadarilah kesalahanmu sebelum semuanya terlambat, sayangi ibumu dengan sepenuh hati sebelum beliau meninggalkanmu untuk selama-lamanya.

Seandainya kalian tahu, betapa perih rasanya menyaksikan apa yang sudah kalian lakukan pada ibu kalian, cobalah kalian renungkan, ingin rasanya aku memeluk erat ibu itu untuk sekedar meringankan beban hidupnya yang sering disakiti oleh suami dan anak-anaknya.tidak terasa aku ikut meneteskan airmata sambil mengaplikasikan ceritanya kedalam tulisan ini.

Usia ibu itu belum terlalu tua, masih sekitar 45-an, mungkin ibu itu menikah muda sehingga di usianya sekarang beliau sudah mempunyai cucu, dua anaknya masing-masing sudah menikah. Dan anehnya suaminya juga kok tega-teganya sudah menduakannya masih juga menitipkan anak dari pasangan lainnya untuk di urus oleh ibu yang baik hati itu, secara logika dan rasional mana ada di dunia ini wanita yang sudah dikhianati masih mau mengurusi anak pasangan lain suaminya,,

Surga menantimu bunda, sabar dan selalu ikhlas ya menjalani kehidupanmu…yakinlah Allah tidak akan pernah membiarkan hambanya teraniaya, lebih dekatkan diri selalu  pada-Nya…

Itulah sepenggal kisah kehidupan seorang bunda…semoga kita termasuk orang-orang yang bisa menghargai dan menyayangi ibunda kita yang telah melahirkan kita, baik yang masih disisi atau pun yang sudah tiada…tiada kata dan nilai nominal sekalipun yang bisa menggantikan kasih sayang seorang ibu.

Hari ini entah siapa yang menciptakan tanggal 22 desember menjadi hari ibu, yang pasti dihari ini merupakan hari special untuk kaum wanita, hari dimana saatnya memanjakan kaum ibu….apalagi diakhir Desember ini adalah hari jadinya almarhum ibuku…

Ibu..sosokmu begitu melekat dihatiku, tiada yang bisa menggantikan peranmu, tiada yang bisa mengalahkan kesabaranmu, sosok wanita jawa yang begitu sabar menghadapi kerasnya hidup, begitu tangguh, dirimu tiada pernah lelah bekerja, akankah aku bisa mewarisi semua yang ada di dirimu…

Tidak pernah sekalipun aku melihat kemarahan yang meledak-ledak disosokmu walau kami anak-anakmu melakukan kesalahan dan kenakalan layaknya anak-anak, bahkan mungkin kelewat nakal..engkau begitu sabar menghadapi.

Aku masih mengingat saat-saat terakhir bersamamu mom, aku masih mengingatnya dimalam itu tertanggal 31 mei 2002, hari yang sangat spesial untuk pimpinan perusahaan ditempatku bekerja, karena dihari itu adalah hari ulang tahunnya, seperti biasa bila ada salah satu pemimpin ditempatku bekerja ada yang ultah pasti kita semua merayakannya dengan makan-makan bersama diluar, dan itu dilakukan setelah jam pulang kantor…

Waktu itu kita semua makan malam di resto steak Tg Friday  kalau tidak salah sebut di daerah kebon sirih, baru kali itu aku sangat menikmati makanan yang bernama steak yang saat enak dan nikmat, sesuailah dengan harganya yang mencapai seratus ribuan untuk satu porsi.

Begitu sampai dirumah tidak biasanya ibuku cuek melihatku pulang malam, padahal biasanya kalau aku pulang malam my mom sudah menyambut dengan segala pertanyaan, “kemana aja pulang jangan malam-malam anak perempuan” tapi seperti biasanya aku suka anggap lalu peringatan ibu dan bapakku, tapi entah dimalam itu ibuku begitu cuek melihatku pulang, padahal aku ingin ditanya dan aku sudah mmpersiapkan jawaban bila ada pertanyaan itu, ternyata ibu lagi sakit seperti masuk angin, setelah itu kami istirahat masing-masing.

Singkat cerita esok harinya my mom meninggalkanku untuk selamanya…dua hari berlalu setelah kepergian my mom untuk selamanya, aku iseng buka lemari makan, masya Allah disana masih lengkap masakan special my mom belum ada yang menyentuhnya berupa makanan kesukaanku, tapi sudah terlambat makanan itu sudah basi…

Ternyata dihari-hari terakhirnya bersamaku, ibuku memberikan masakan terakhirnya yang merupakan menu kesukaan aku, sedih aku melihatnya….peristiwa itu sangat membekas dihatiku hingga selama 2 tahun bila bosku dikantor merayakan ultahnya aku tidak berkenan untuk ikut merayakannya dikarenakan kenangan itu masih melekat jelas terbayang menari-nari di otakku…

Seandainya aku masih bisa bercengkrama lagi seperti dulu, ingin rasanya aku memeluk erat my mom dan takkan kulepas lagi…selamat jalan my mom, dirimu takkan pernah terlupan seumur hidupku

Bagiku tiap hari adalah hari ibu…aku ingin setiap saat mengenangnya, kini aku hanya bisa memberikan doa-doa terindah untuk kedua almarhum orang tuaku, karena hanya itu yang mereka butuhkan di alam sana, doa dari anaknya yang soleh…

Ya Allah ya tuhanku, berikanlah tempat terindah untuk ibuku dan bapaku disisimu, terimalah segala amal ibadahnya dan ampuni segala dosa-dosanya….

walaupun kini aku sendiri mengarungi kehidupan di dunia ini, tanpa kehadiran dan kehangatan dari kalian lagi, tapi aku yakin kalian tiada pernah sedetikpun meninggalkanku, walaupun kita telah berada di dunia yang berbeda…

Suatu saat, suatu hari, kita pasti berkumpul lagi dalam suasana yang berbeda, di akhirul zaman..

Kehadirannya kadang hadir kembali disaat sudah tak ada harapan, disaat harapan hadir kembali dirinya diam seribu bahasa, masihkan patut diharapkan, kadang manisnya mengalahi rasa gula tapi bisa tiba-tiba rasanya berubah sepahit empedu….

Masih layakkah dipertahankan, masih layakkan diharapkan, sedangkan kehadirannya datang dan pergi sesuka hati dan sesuka maunya..masih layakkah dipercaya…

Apakah amanat itu benar adanya, apakah masih tersisa dan masihkan ia mengenang kenangan dan pesan terakhir dari seorang yang sangat ia sayangi, yang sangat ia hormati, dan sangat ia kagumi..

Rasa empati dan simpati itu lama-lama menghilang dan menguap tanpa jejak bersama berlalunya waktu dan kehampaan kehadirannya…

Seandainya sang bunda masih hadir disisi…

 


Terinspirasi ….sekilas itulah kata yang pantas terucap atas apa yang selama ini banyak salah dilakukan oleh teman-teman ataupun diri aku sendiri..

Ya selama ini bila kita menjalankan ibadah puasa sunah, entah itu senin kamis atau puasa sunah lainnya pastilah kadang diselingi oleh niat ingin diet atau ingin kurusan bila raga kita agak sedikit kelebihan berat badan, ya maklum perempuan biasanya gerah kalau lihat ada lemak berlebih sedikit ditubuhnya, walaupun sebenarnya ada niat yang pokok untuk menjalankan ibadah puasa sunah, tapi terkadang niat duniawi kita lebih dominan, entah itu disadari atau tidak, coba direnungkan deh 

Ada cerita dari sahabat aku sendiri, yang terkadang buat aku miris mendengarnya bila rekan-rekan kerja menjadikan dirinya sebagai bahan ledekan. Lebih baik diam itulah senjata paling ampuh yang selalu aku berikan padanya. Sebab menanggapi pun hanya akan membuat ledekan mereka semakin berkembang. Belum menikah di usia lebih dari kepala tiga, dimana teman seusianya rata-rata sudah berkeluarga dan mempunyai anak, membuat Raka demikian nama sobatku biasa disapa sering menjadi bahan ledekan rekan-rekan sekantornya.

“Bulan Haji sudah lewat, kamu belum juga merit, ka?” salah seorang rekan kerja Raka membuka obrolan, atau lebih tepatnya ledekan, beberapa menit sebelum jam makan siang.

“Boro-boro kawin, punya pacar saja belum,” celetuk rekan kerja lainnya. “Sudahlah ka, jangan terlalu pilih-pilih, Hati-hati, kelamaan membujang nanti bisa berkarat!” lanjutnya, yang disambut dengan derai tawa rekan kerja lainnya.

Dan seperti biasa Raka hanya menanggapinya dengan senyuman. Cukup sering Raka mendengar semacam ini, seolah-olah tak ada yang lebih menarik bagi mereka selain menjadikan dirinya sebagai bahan becandaan, seolah di dunia ini sudah tidak ada topik menarik lagi yang bisa dijadikan bahan obrolan.

Diam dan atau hanya dengan tersenyum adalah jurus yang tetap akan raka gunakan selama ledekan dan candaan yang rekan-rekan kerjanya lontarkan masih dalam batas kewajaran.

Tapi apa yang terdengar hari ini sungguh tak bisa lagi didiamkan saja. Bukan marah, tapi raka merasa perlu meluruskan apa yang baru saja diucapkan salah seorang rekan kerjanya ketika ia menolak ajakan makan siang bersama, dikarenakan hari itu raka sedang berpuasa.

“Sudah aku bilang, buruan merit, biar ada yang masakin. Jadi kamu tidak puasa melulu!” ga usah dipuasin mulu banyak tuh cewek kantor sebelah yang masih single, celetuk salah seorang rekan kerja sambil tertawa. Dan meskipun guyonannya kali ini tidak di’amin’i rekan kerja lainnya, rekannya yang memang paling rajin meledek raka merasa guyonannya tak kalah lucu daribiasanya.

Bukan saja tidak lucu, tapi celetukannya kali ini memancing reaksi raka yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Maaf pak! Sebagai laki-laki normal, sayapun ingin menikah. Sungguh! Tapi mau bagaimana lagi, barangkali Allah belum mengijinkan. Sampai saat ini Allah belum mempertemukan saya dengan jodoh saya. Karena itu saya coba meredam hasrat alami saya dengan berpuasa.” raka menjawab dengan hati-hati. Ia tak ingin justru rekan kerjanya yang jadi tersinggung, meskipun sebenarnya ia yang lebih pantas tersinggung.

“Biar cepat dapat jodoh?” sahut rekan kerjanya, masih belum menyadari kekeliruannya.

raka menjawabnya dengan gelengan kepala.

“Atau, biar cepat kaya karena irit, untuk modal merit ya?” rekan kerja raka kembali bertanya. Kali ini ia sambil tertawa.

Dengan mimik wajah serius raka menjawab pertanyaan rekannya itu. “Bukan, bukan karena itu semua. Saya berpuasa bukan karena terpaksa sebab tidak ada yang memasak untuk saya. Meski rasanya tidak enak, insya Allah saya bisa masak sendiri ko. Atau kalau saya lagi malas masak, di sekitar kos-an saya masih banyak warung nasi. Juga saya berpuasa bukan agar cepat dapat jodoh, apalagi cepat kaya.”

“so?”

“Saya hanya mengikuti pesan Rosululloh kepada pemuda yang ingin menikah tapi belum mampu, agar berpuasa karena puasa itu perisai baginya. Saya sudah siap dan insya Allah mampu untuk berumah tangga, baik secara fisik, hati maupun materi. Tapi sampai saat ini Allah belum menunjukan wanita mana yang akan menjadi jodoh saya. Saya bukan pilih-pilih, tapi memilah dan memilih calon pasangan adalah satu keharusan agar rumah tangga selamat dunia hingga akhirat.”

“Maaf, tentunya kalian tentu lebih tahu dan lebih berpengalaman dalam hal ini kan daripada saya.” Dan raka menambahkan. “Dan selain mengikuti anjuran rosul, tujuan utama saya berpuasa adalah karena mengharap ridho Allah semata. Mengapa? Karena ketika Allah ridho dengan kita, insya Allah apapun yang kita inginkan, kita butuhkan, akan mudah Allah kabulkan. Insya Allah. Maaf, saya tidak bermaksud menggurui bapak, saya hanya mengingatkan, terutama diri saya sendiri bahwa apapun yang saya lakukan semestinya karena Allah semata, bukan karena kepentingan dunia yang hanya sesaat. Dengan ridho Allah, dunia akhirat insya Allah selamat. “

Sepi senyap. Tak ada satupun rekan kerja yang menanggapi, termasuk yang tadi memulai obrolan ini.

“Maaf, ka. Saya tak bermaksud menyinggung perasaanmu” akhirnya rekannya menyadari kesalahannya.

“tidak apa-apa ko Saya tidak tersinggung. Sudah waktunya istirahat.” Jawab raka sambil tersenyum dan berlalu. Raka tidak ingin berlama-lama dalam suasana yang tidak nyaman. Yang terpenting adalah rekan kerjanya bisa mengambil pelajaran, dan tidak sembarangan memilih obrolan.

***

Saya sependapat dengan raka, bahwa segala sesuatu yang kita lakukan semestinya adalah karena Allah semata. Semua tergantung niat ketika kita akan melakukannya.

Sama-sama menjalankan ibadah puasa belum tentu sama-sama bernilai ibadah, tergantung niatnya. Ketika berpuasa karena terpaksa, tidak ada yang memasak seperti yang rekan kerja raka katakan, ingin cepat kaya, diet dalam rangka menurunkan berat badan atau berbagai macam alasan duniawi lainnya, maka tak ada pahala yang ia dapatkan selain apa yang ia inginkan.

Seperti yang rekan saya katakan, ketika Allah ridho kepada kita, maka Allah akan mencukupkan yang kita inginkan, memberikan yang kita butuhkan. Jangan arahkan yang kita kerjakan untuk kepentingan duniawi saja, itu tidak bernilai ibadah. Niatkanlah karena Allah, karena dengan demikian, insya Allah dunia akhirat tercakup semuanya.

Allah Maha mengetahui apa yang hambanya inginkan, dan apa yang hambanya butuhkan. Mari benahi niat kita sebelum melakukan sesuatu. Pastikan karena kita hanya mengharap ridho Allah semata. Insya Allah.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.